PeuneugahAceh.Net|BANDA ACEH – Jaringan Aneuk Syuhada Aceh (JASA) secara tegas mendesak Panglima Kodam Iskandar Muda (Pangdam IM) untuk segera mengevaluasi dan menertibkan Komandan Korem (Danrem) 011/Lilawangsa, Kolonel Inf Ali Imran.
Desakan ini muncul menyusul tindakan dan pernyataan Danrem yang dinilai telah memicu kegaduhan serta potensi kerusuhan yang dapat mengancam stabilitas perdamaian ditengah bencana banjir di Bumi Serambi Mekkah.
Juru Bicara JASA, Datul Abrar, menyatakan bahwa kepemimpinan Danrem 011/Lilawangsa saat ini tidak menunjukkan pemahaman yang mendalam terhadap kondisi sosiopolitik dan psikologis masyarakat Aceh pasca-damai.
Menurut Datul Abrar, Danrem Ali Imran berulang kali mengeluarkan pernyataan yang bersifat provokatif, terutama terkait isu simbol-simbol sensitif seperti bendera yang disebutnya sebagai simbol separatis. Hal ini dianggap melukai perasaan masyarakat dan mengabaikan proses rekonsiliasi yang sedang berjalan.
“Kami menilai Danrem 011/Lilawangsa tidak memahami kondisi dan situasi lapangan yang sebenarnya apalagi ditengah musibah bencana banjir ini. Kalimat-kalimat provokasi mengenai ‘bendera separatis’ hanya memperkeruh suasana.
Selain itu, kami melihat adanya sikap represif yang tidak mengedepankan pendekatan humanis dalam berinteraksi dengan masyarakat,” tegas Datul Abrar dalam keterangannya, Minggu (28/12).
Sebagai wadah generasi muda dari keluarga besar Gerakan Aceh Merdeka (GAM), JASA menegaskan bahwa mereka tidak dapat menerima sikap arogan yang ditunjukkan oleh pejabat militer di wilayah tersebut.
Stabilitas keamanan yang telah dijaga selama hampir dua dekade seharusnya dirawat dengan dialog, bukan dengan ancaman atau tindakan represif.
“Kami sebagai generasi muda GAM tidak dapat menerima sikap Danrem seperti ini. Aceh butuh kesejukan dan rasa saling menghargai. Jika gaya kepemimpinan seperti ini dibiarkan, maka upaya merawat perdamaian yang selama ini kita bangun bersama akan terancam runtuh,” lanjut Datul.
JASA berharap Pangdam Iskandar Muda dapat bertindak cepat demi menjaga kepercayaan masyarakat terhadap institusi TNI serta memastikan perdamaian Aceh tetap terjaga dengan abadi. Tutupnya.

Komentar