PeuneugahAceh.Net|Banda Aceh,– Pemerintah Aceh menegaskan bahwa penyaluran Bantuan Meugang Presiden menjelang Ramadan 1447 Hijriah wajib diberikan kepada masyarakat dalam bentuk daging segar, bukan uang tunai. Ketetapan ini merupakan bagian dari implementasi petunjuk teknis (juknis) yang telah digariskan oleh Pemerintah Pusat.
Juru Bicara Pemerintah Aceh, Muhammad MTA, mengungkapkan bahwa Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) telah menerbitkan surat petunjuk pelaksanaan Nomor 400.6/848/SJ tertanggal 12 Februari 2026. Surat tersebut mengatur secara spesifik mengenai Penggunaan Bantuan Presiden untuk Meugang Menjelang Bulan Ramadan Tahun 2026.
Menindaklanjuti arahan tersebut, para Bupati di seluruh Aceh diinstruksikan untuk segera melakukan pengadaan sapi lokal melalui Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) terkait. Adapun proses pengadaannya dilakukan melalui mekanisme perubahan penjabaran APBK yang cukup dilaporkan kepada pimpinan DPRK setempat.
“Pembagian bantuan ini wajib berupa daging yang telah dipotong dan tidak diperkenankan dalam bentuk uang tunai. Kebijakan ini diambil untuk memastikan bantuan benar-benar diterima dalam bentuk komoditas dan langsung dimanfaatkan oleh masyarakat untuk kebutuhan meugang,” ujar Muhammad MTA dalam keterangan resminya.
Ia menjelaskan bahwa instruksi Mendagri tersebut bertujuan memberikan kepastian mekanisme di lapangan. Dengan begitu, seluruh pemerintah daerah dapat menjalankan program ini secara tertib, transparan, dan akuntabel.
Lebih lanjut, Muhammad MTA menyampaikan harapan Gubernur Aceh agar para Bupati beserta unsur Forkopimda memberikan pendampingan penuh kepada SKPD pelaksana. Sinergi yang kuat dengan para geuchik di gampong juga dinilai krusial agar distribusi bantuan berjalan lancar dan tepat sasaran.
“Langkah koordinasi ini sangat penting agar Bantuan Meugang Presiden membawa keberkahan, khususnya bagi masyarakat yang sedang terdampak bencana dalam menyambut bulan suci Ramadan,” tambahnya.
Di samping fokus pada bantuan meugang, Pemerintah Aceh turut menegaskan bahwa upaya pemulihan pascabencana terus berjalan di bawah supervisi intensif pemerintah pusat. Gubernur Aceh mengajak seluruh elemen masyarakat untuk tetap bersatu dan berkolaborasi demi percepatan pembangunan daerah.
“Semangat kebersamaan dan gotong royong adalah kunci utama bagi kita untuk bangkit dari musibah dan membangun Aceh yang lebih kuat di masa depan,” tutup Muhammad MTA.

Komentar